Kawah Ijen, Objek Wisata Alam yang Menakjubkan di Banyuwangi

  • Whatsapp

Kawah Ijen Banyuwangi

Kawah Gunung Ijen menawarkan pesona alam yang memukau dan menarik dijelajahi di Banyuwangi. Api biru abadi dan kawahnya memberi kesan eksotis yang menjadi daya tariknya.

Lokasi: Tamansari, Kec. Licin, Kab. Banyuwangi.
Map: Cek Lokasi

Gunung Ijen merupakan gunung berapi yang berada di perbatasan Banyuwangi dan Bondowoso. Gunung yang sering di promosikan oleh pemerintah setempat sebagai icon wisata ini berada berdampingan dengan kawasan Gunung Merapi dan memiliki ketinggian sekitar 2.779 meter di atas permukaan laut.

Gunung ini tercatat mengeluarkan letusan terakhirnya pada 1999 ini terkenal hingga mancanegara karena fenomena alamnya yang luar biasa. Fenomena tersebut adalah Blue Fire atau api biru yang tidak pernah padam yang hanya ada di 2 lokasi di dunia, yaitu di Dallol, Ethiopia dan di lokasi Kawah Ijen itu sendiri.

Selain pemandangan indah api biru yang terlihat jelas di waktu dini hari, tempat wisata ini juga menawarkan indahnya alam dan pemandangan dari atas gunung yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Wisatawan juga dibuat terpukau oleh pesona hijaunya danau kawah yang terlihat dari puncak gunung dan pemandangan matahari terbitnya yang begitu megah.

Daya Tarik yang Dimiliki Kawah Ijen Banyuwangi

Daya Tarik Kawah Ijen

Image Credit: Twitter.com @anthraxxxx

1. Pemandangan Dari Atas Gunung yang Menawan

Para pendaki yang datang berkunjung tidak akan kecewa jika sudah berada di puncak gunung ini. Pemandangan yang disuguhkan dari tempat tertinggi area wisata ini sangatlah menawan karena Anda dapat melihat danau kawah, jajaran gunung, api biru serta pemandangan alam yang luar biasa dalam satu waktu sekaligus.

2. Menyaksikan Sunrise

Tempat wisata ini tidak hanya terkenal dengan pemandangan alam atas gunungnya yang luar biasa. Jika Anda mendaki di waktu petang, Anda akan berkesempatan melihat indahnya sunrise atau matahari terbit dari atas Gunung Ijen. Wisatawan dapat melihat matahari yang perlahan terbit dari sela-sela gunung-gunung yang berjejer di sekitar area wisata.

3. Dikelilingi Jejeran Gunung Besar di Pulau Jawa

Dari kompleks area Pegunungan Ijen wisatawan akan dihadapkan pada megahnya jajaran gunung di Pulau Jawa. Wisatawan dapat melihat puncak Gunung Rante, Gunung Merapi, Gunung Raung dan Gunung Suket yang terlihat sangat menawan dari atas gunung.

4. Fenomena Api Biru yang Ikonik

Fenomena ini adalah tujuan utama para pengunjung datang ke tempat wisata di Banyuwangi ini. Semburan api berwarna biru yang menawan dan eksotis yang berada di dalam kawah Gunung Ijen ini akan terlihat jelas pada dini hari ketika tempatnya masih cukup gelap. Uniknya fenomena langka ini hanya ada 2 di dunia, yaitu di Ethiopia dan Banyuwangi.

5. Danau Kawah yang Indah

Danau kawah yang berada di bagian puncak Gunung Ijen ini merupakan pusat dari kawah pegunungan itu sendiri. Danau air asam terbesar di seluruh dunia ini memiliki kedalaman sekitar 200 meter dan luas hingga 5.466 hentar. Warna airnya yang kehijauan begitu indah dipandang, apalagi di tengah hamparan pasir gunung yang putih.

Daya Tarik dari Kawah Ijen Banyuwangi

Image Credit: Twitter.com @travelingbali1

6. Alamnya yang Terjaga

Berada di kawasan cagar budaya membuat lokasi alam sekitar sangatlah terjaga. Alam bawah gunungnya sangat hijau, sementara di bagian atas dengan pasir-pasir gunungnya yang putih kecoklatan dan area kawah yang mempesona. Hal ini juga diiringi dengan areanya yang bersih karena ketertiban pengunjung dan pengelola yang sangat menjaga tempat ini.

7. Kabut Putih yang Bercampur dengan Belerang

Untuk wisatawan yang datang berkunjung, Anda akan disuguhkan dinginnya udara disekitar gunung yang berpadu dengan kabut putih yang muncul dari lereng-lereng gunung. Kabut putih tersebut biasanya juga membawa bau belerang yang tidak begitu menyengat yang datang dari dalam gunung dan membuat pemandangan bagai di padang pasir yang indah.

8. Tambang Belerang

Sebagai tempat yang memiliki kekayaan belerang yang besar, tempat ini menjadi tambang belerang yang mana menjadi salah satu penghasilan warga sekitar. Pengunjung akan melihat para penambang yang secara tradisional turun ke area kawah untuk mengambil puluhan kilo batu bongkahan belerang yang berkilau kekuningan.

9. Kopi Lego yang Khas di Lereng Gunung

Di lereng gunung terdapat kopi khas yang unik dan tidak boleh dilewatkan ketika anda akan berkunjung ke kawasan wisata ini. Nama kopi robusta ini sendiri merupakan kepanjangan dari tempat kopi ini tumbuh yaitu Lerek-Gombengsari. Istimewanya pengunjung dapat memetik dan menyeduh kopi tersebut di tengah perkebunan kopi yang ada.

Alamat & Rute Menuju Lokasi Kawah Gunung Ijen

Alamat Kawah Gunung Ijen

Image Credit: Google Maps (Akhmad Ali Muklis)

Tempat ini berlokasi di Desa Tamansari, daerah Kecamatan Licin di Banyuwangi, Jawa Timur. Untuk wisatawan luar pulau yang ingin berkunjung bisa mengambil tiket penerbangan ke Surabaya sebelum kemudian melakukan perjalanan sekitar 7 – 8 jam lewat jalur darat. Pilihan lainnya Anda dapat memesan tiket pesawat ke Banyuwangi.

Wisatawan juga bisa menggunakan jalur kereta api tujuan Stasiun Banyuwangi Kota. Jika sudah tiba di Banyuwangi, bisa naik kendaraan umum ke Kecamatan Licin serta Desa Banyusari. Dar tempat tersebut kemudian menumpang truk belerang ke Paltuding. Bisa menggunakan bus atau langsung dengan ojek juga tetapi tarifnya menjadi lebih mahal.

Dari pintu gerbang utama Pos PHPA atau Cagar Alam Taman Wisata Kawah Ijen yang berada di Baltuding pengunjung harus berjalan kaki lagi kurang lebih 3 km di jalur tanjakan dan berpasir. Kemudian setelah melewati jarak 2 km di lintasan awal, pendaki bisa istirahat di pos unik, Warung Pos Bundar sebelum berjalan lagi sejauh 1 km.

Untuk track turun ke kawasan kawah pengunjung harus melewati daerah bebatuan dengan jarak 800 meter yang cukup terjal sehingga harus ekstra hati-hati.

Untuk berkunjung ada waktu tertentu yang lebih pas untuk datang ke lokasi Gunung Ijen. Pendakian yang pas dilakukan adalah pada waktu subuh atau 22.00 malam. Pemilihan waktu tersebut selain udaranya masih sejuk, pengunjung juga memiliki sisa waktu untuk berkemah sementara di puncak sembari menunggu fajar datang.

Anda bisa datang pada Desember sampai bulan Januari atau Juli sampai bulan September, tepatnya ketika sedang musim panas atau kemarau dimana hal itu akan selain memudahkan pendakian, cuaca juga tidak terlalu dingin.

Harga Tiket Masuk Kawah Ijen Banyuwangi

Harga Tiket Kawah Ijen

Image Credit: Google Maps (Andreas Pechtold)

Mengingat lokasi pendakian berada di tempat yang mengeluarkan asap belerang yang di waktu tertentu begitu pekat dan beracun, pengelola membatasi jam berkunjung untuk para wisatawan demi menjaga keselamatan. Dan untuk masuk ke area pendakian Gunung Ijen pengunjung dikenakan biaya tiket masuk.

Untuk pembelian tiket masuk di buka setiap hari mulai dari 00.00 hingga 12.00 WIB. Biaya tiket masuknya sendiri untuk warga Indonesia sebesar Rp 5.000,- pada hari biasa dan pada hari libur sebesar Rp 7.500,-. Sementara untuk turis mancanegara sebesar Rp 100.000,- pada hari biasa dan di hari libur sebesar Rp 150.000,-

Sementara untuk waktu pendakian dibagi menjadi dua. Yaitu berkisar pada pukul sepuluh malam dan pukul dua dini hari waktu setempat. Waktu pendakian tersebut agar wisatawan dapat memiliki waktu yang cukup dipuncak untuk melihat pemandangan kawah dan api biru yang terlihat sangat jelas di waktu petang.

Kegiatan yang Menarik Dilakukan di Kawah Gunung Ijen

Kegiatan di Kawah Gunung Ijen

Image Credit: Facebook.com @lazadaindonesia

1. Melihat Pemandangan Alam di Pulau Jawa

Dari atas puncak Gunung Ijen wisatawan akan disuguhkan pemandangan seluruh bagian di Pulau Jawa. Pemandangannya yang di kelilingi awan dan kabut putih sangat mempesona.

2. Menikmati Jajaran Puncak Gunung yang Megah

Anda dapat melihat puncak Gunung Suket, Gunung Merapi, Gunung Rante dan Gunung Raung yang berjejer dan memamerkan kemegahan mereka dari atas Ijen.

3. Melihat Matahari Terbit

Kawasan wisata ini menyuguhkan pemandangan sunrise yang sangat indah. Jika datang di petang hari dan berkemah di atas, Anda akan menangkap momen dimana matahari perlahan mengintip dari balik gunung. Pancaran sinarnya akan terpantul indah dari atas danau kawah yang hijau dan membuat bias kekuningan yang sangat cantik.

4. Berkemah di Atas Gunung

Jika ingin menyaksikan berbagai sisi tempat wisata ini, Anda dapat berkemah di atas selama semalam.

5. Menyaksikan Fenomena Api Biru yang Unik

Wisatawan bisa melihat fenomena alam yang luar biasa ini pada petang hari sekitar pukul dua hingga tiga dini hari waktu setempat. Api birunya yang berpendar sangatlah unik dan magis serta menjadi keistimewaan tersendiri bagi daerah wisata ini.

6. Melihat Danau Kawahnya yang Menawan

Di puncak gunung wisatawan akan melihat danau alam berwarna kehijauan yang sangatlah indah yang terbuat dari kawah yang dihasilkan oleh gunung ini. Danau dengan air asam pekat ini memiliki pemandangan mempesona dan sangat mencolok, terlebih karena dikelilingi tanah yang bercampur pasir putih di bagian atas gunung.

7. Melihat Para Penambang Belerang

Wisatawan tidak hanya disuguhkan oleh pemandangan alamnya saja. Ketika mendaki maupun turun dari area wisata, pengunjung dapat menyaksikan kegiatan dari penambang belerang di kawasan ini. Para penambang tersebut memikul berat puluhan kilo naik turun gunung hanya berbekal tenaga tubuh saja dan dilakukan secara tradisional.

8. Mencoba Kuliner dan Kopi Lego

Sebelum pulang dari Ijen wisatawan dapat mencoba lezatnya kuliner daerah dan kopi lego, kopi khas daerah Ijen sembari beristirahat dan menikmati pemandangan gunung yang indah.

9. Memotret Pemandangannya yang Fenomenal

Berkunjung ke tempat wisata yang indah ini tidak lengkap jika Anda belum mengabadikan pemandangan alamnya yang luar biasa dan sangat fenomenal dalam potret kamera.

Fasilitas yang Tersedia di Kawah Ijen Banyuwangi

Fasilitas Kawah Ijen

Image Credit: Google Maps (Kwanweng Leong)

Anda yang datang dari jauh ingin mendaki di Gunung Ijen untuk melihat pesona kawahnya tidak perlu khawatir karena Dinas Kehutanan daerah setempat mengelola penginapan sederhana tak jauh dari pos Paltuding. Untuk menyewa kamar di homestay atau penginapan tersebut hanya perlu merogoh kocek Rp 100.000,- sampai Rp 500.000,-.

Area pendakian di gunungnya sendiri juga memiliki pos peristirahatan yang memudahkan para pendaki yang kelelahan untuk beristirahat. Kemudian untuk pendaki yang kelelahan atau tidak kuat berjalan jauh, warga setempat biasanya menawarkan ojek gerobak dengan harga berkisar Rp 100.000,- hingga Rp 200.000,- yang ditarik oleh 2-3 orang.

Berkunjung ke Gunung Ijen untuk menyaksikan keindahan kawah dan api birunya bisa menjadi pilihan liburan Anda. Perlu diingat, sebelum mendaki pastikan Anda dalam kondisi yang fit, memakai baju yang hangat, membawa masker respirator serta persediaan makanan dan minuman yang cukup agar perjalanan Anda lebih nyaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *